Kamis 14 Dec 2023 15:25 WIB

Pelaku UMKM Diajak Ambil Bagian Sukseskan Pemilu 2024

Bisa melalui strategi promo diskon untuk menarik pemilih-pemilih muda.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Pemilu  (ilustrasi)
Foto: Republika/Musiron
Pemilu (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Deputi Bidang Ekonomi Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas), Hendy Setiono, mengajak para pelaku UMKM di seluruh Indonesia, termasuk di Jatim untuk turut menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024. Banyak hal yang bisa dilakukan UMKM lokal untuk turut serta menyukseskan pemilu.

Salah satunya adalah dengan memberikan promo diskon menarik bagi masyarakat yang mau datang ke TPS dan menyalurkan hak pilihnya. "Dengan begitu, masyarakat bisa tertarik untuk berpartisipasi memberikan suaranya, terutama untuk anak-anak muda yang suka belanja dan suka jajan kulineran," kata Hendy, Kamis (14/12/2023).

Ketua Repnas, Anggawira juga berpendapat yang sama. Menurutnya, strategi tersebut tak hanya mampu meningkatkan tingkat partisipasi para pemilih muda, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif dalam perputaran ekonomi bagi para pelaku UMKM.

Ia mengaku, Repnas akan selalu berusaha agar momen pemilu juga bisa menguntungkan bagi pelaku UMKM. "Syukur-syukur kalau bisa membantu meningkatkan penjualan. Jadi saya sangat mendukung sekali strategi promo diskon untuk menarik pemilih-pemilih muda ini," ujarnya.

Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih terbanyak pada Pemilu 2024 adalah generasi Z dan milenial. Dari jumlah DPT yang mencapai 204.807.222 pemilih, terdapat sebanyak 66,8 juta pemilih dari generasi milenial.

Selain itu, pemilih dari generasi Z juga mendominasi dengan jumlah sebanyak 46,8 juta pemilih. Maka dari itu, Anggawira mengajak para pelaku UMKM lokal untuk memanfaatkan potensi ini untuk mendongkrak catatan penjualan produknya.

Promo diskon yang menarik dan cara-cara yang kreatif menurutnya bisa menjadi cara meningkatkan partisipasi pemilih muda, sekaligus meningkatkan penjualan produk para pelaku UMKM.

"Yang tadinya nggak ingin nyoblos, jadi tertarik ikutan nyoblos. Perlahan, kita sama-sama singkirkan stigma bahwa Pemilu itu kaku, seram, dan cuma untuk orang yang tua-tua saja. Kita tunjukkan bahwa Pemilu juga bisa seru, exciting, dan welcome dengan generasi muda," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement