Selasa 15 Aug 2023 17:55 WIB

Puluhan Kapal Nelayan Terbakar, Ganjar: Evaluasi Pengaturan Penambatan Kapal

Kebakaran kapal di dermaga pelabuhan bukan yang pertama kali terjadi.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Foto: Dok Humas Prov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menurunkan tim ke lokasi kebakaran puluhan kapal nelayan di dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Jongor, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, yang terjadi Senin (14/8) petang.

Bersama-sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, tim terus berkoordinasi dalam penanganan di lokasi kebakaran yang mengakibatkan sedikitnya 52 kapal nelayan hangus terbakar.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, kebakaran terjadi di Dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Jongor, Senin petang kemarin. Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran bersama dengan unsur terkait masih berupaya memadamkan api di lokasi.

“Sampai pagi ini, wali kota Tegal terus mengupdate, tim dari pemprov juga sudah kami turunkan ke lapangan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu,” ujarnya, di Semarang.

Penanganan kebakaran di lokasi, jelas gubernur, masih terus dilakukan. Tim pemprov dan Pemkot Tegal serta pihak terkait termasuk kepolisian dan pemadam kebakaran sedang bekerja di lapangan.

Wali kota Tegal juga diminta untuk mendata, termasuk mengecek apakah kapal yang terbakar apakah sudah diasuransikan atau belum. “Kalau ternyata belum diasuransikan, kita siapkan bantuan,” kata dia.

Ganjar juga menyampaikan, kebakaran kapal di dermaga pelabuhan bukan peristiwa yang pertama kali terjadi, maka persoalan ini harus dievaluasi. Khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan pelabuhan.

Menurutnya, mekanisme penambatan kapal yang saling berimpitan satu sama lain cukup rentan apabila terjadi kebakaran. “Maka saya minta semua pihak termasuk pengelola pelabuhan perlu melakukan evaluasi,” tegasnya.

Di beberapa pelabuhan, masih jelas gubernur, kalau kapal-kapal yang bersandar ini tidak diatur, kerugian yang lebih besar akibat kebakaran juga berpotensi terjadi.

Tidak hanya di Tegal, termasuk di dermaga pelabuhan nelayan yang lain pun juga rawan. “Maka kita minta para pengelola pelabuhan untuk mengatur, sehingga kalau terjadi musibah bisa diantisipasi,” ujar Gubernur.

Untuk sementara, lanjut Ganjar, penyebab kebakaran di PPP Jongor ini diduga berasal dari salah satu kapal yang mengalami korsleting listrik. “Namun, untuk memastikannya, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement