Sabtu 24 Jun 2023 15:03 WIB

Pertunjukan Sudamala Berlangsung Meriah, Nicholas Saputra: Persiapan Setahun

Cerita Sudamala berasal dari cerita Jawa yang dibawa ke Bali.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Jumpa pers jelang pementasan Sudamala di Puro Mangkunegaran, Solo, oleh Happy Salma dan Nicholas Saputra, Kamis (22/6/2023).
Foto: Republika/Alfian
Jumpa pers jelang pementasan Sudamala di Puro Mangkunegaran, Solo, oleh Happy Salma dan Nicholas Saputra, Kamis (22/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Hari pertama pertunjukan 'Sudamala: Epilog Calon Arang' yang digawangi oleh Nicholas Saputra dan Happy Salma di Puro Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, berlangsung meriah.

"Reaksi dari penonton memberikan semangat, saya rasa bukan hanya untuk penampil namun dari acara juga berjalan sesuai dengan rencana," ucap Happy Salma, Jumat (23/6/2023) malam. 

Di sisi lain, Nicholas Saputra yang juga selalu produser juga mengungkapkan ini juga adalah pentas kedua mereka. Ia mengatakan bahwa cerita Sudamala berasal dari cerita Jawa yang dibawa ke Bali.

"Ini adalah pentas kedua kami, yang pertama kami lakukan di Jakarta, Desember tahun lalu. Ini sebenarnya cerita yang asalnya dari Jawa (Kediri), lalu cerita itu dibawa ke Bali dan berkembang menjadi sebuah pertunjukan," katanya.

Nicholas juga mengatakan meskipun proses penggarapan pementasan ini hanya memakan waktu dua bulan, namun secara penggodokan ide sudah sejak satu tahun yang lalu.  "Persiapan selama dua bulan secara intensif, tetapi dari ide satu tahunan lah,"

Sementara itu, salah satu pemain yang terlibat Jru Mangku Serongga menjelaskan makna dari salah salah satu adegan yang menampilan keris ditancapkan di dada.  "Adegan di mana saat pemain menampilkan keris di dada merupakan simbol dari memusnahkan hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri," katanya mengakhiri.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement